Membantu kaum dhuafa merupakan tugas kita bersama, untuk itu Sahabat Dhuafa mengajak para sahabat semua untuk bergabung dengan kami dengan menjadi Relawan Sahabat Dhuafa. Sumbangsih yang diberikan dapat disesuaikan dengan kesanggupan tenaga dan waktu dari para Relawan.

Untuk dapat menjadi Relawan Sahabat Dhuafa diperlukan kriteria sebagai berikut:

  1. Muslim/muslimah;
  2. Memiliki jiwa sosial yang tinggi;
  3. Dapat bekerjasama dengan tim Sahabat Dhuafa;
  4. Mampu menjaga nama baik Sahabat Dhuafa.

Terdapat beberapa jenis kerelawanan yang dapat dipilih oleh para Relawan, yaitu:

  • Relawan PengajarSahabat bisa menjadi relawan pengajar di beberapa binaan kami. Materi pengajaran tidak harus pelajaran akademik, namun bisa bentuk ketrampilan, seni, bela diri, atau bentuk ketrampilan lainnya.
  • Relawan ProgramUntuk beberapa program diperlukan banyak tenaga relawan, seperti Syifa, Nasafa, dan beberapa program lainnya. Tugas dari para relawan ini adalah membantu tim Sahabat Dhuafa dalam menjalankan kegiatan agar para penerima bantuan dapat cepat terlayani.
  • Relawan Tanggap BencanaPenyaluran bantuan bencana alam diperlukan waktu yang sangat segera, sehingga dibutuhkan banyak tenaga untuk membantu Tim Sahabat Dhuafa. Proses bantuan bencana alam ini dapat dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap tanggap darurat dan pascabencana.
  • Relawan FundraisingRelawan Fundraising membantu tim Fundraising dalam menggalang dana dari para donatur yang ingin bersedekah. Para Relawan Fundraising dapat memanfaatkan jaringan atau lingkungannya untuk dapat mengajak bersedekah melalui Sahabat Dhuafa. Hal ini sebagai bagian edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan semangat dalam bersedekah.

Sebagai kelanjutan dari proses pembinaan dari santri panti asuhan, pada Juli 2012 Alhamdulillah dapat berdiri Pondok Pesantren yang berbasis Tahfidz Qur’an dan entrepreneur. Ponpes ini berlokasi di Kadudampit, Sukabumi. Selanjutnya sekitar Tahun 2015 Sahabat Dhuafa mendirikan Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa di daerah Cibungbulan, Kab. Bogor. Kedua pondok Pesantren ini diberi nama Pesantren Ash Shoffa.

Seiring dengan periode tersebut, yayasan mengalami perubahan nama menjadi Yayasan Sahabat Dhuafa Mandiri dengan nama publikasi Sahabat Dhuafa. Perubahan ini dengan harapan Sahabat Dhuafa lebih dikenal masyarakat sebagai lembaga sosial yang terpercaya dan dapat berkontribusi nyata dalam pembinaan dan pemberdayaan kaum marjinal.