(021) 2247 3245
info@sahabatdhuafa.or.id

Blog

Peduli Banjir Bekasi

Muara Gembong Kab Bekasi  – Bagian hilir Sungai Citarum masih membanjiri permukiman warga di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ketinggian air sudah mulai surut, pagi ini ketinggian sekitar 30 sentimeter (cm). Air akan naik kembali ke permukiman warga seiring debit Sungai Citarum meningkat, saat pintu Waduk Saguling, Bandung, Jawa Barat, dibuka kembali.

Salah satu anggota tim Sahabat Dhuafa Ibu Eka  mengatakan, pagi ini air yang membanjiri permukiman warga sudah mulai surut. “Sebelumnya, ketinggian air mencapai 50 cm di dalam perumahan, tapi pagi sudah mulai surut sekitar 20-30 cm,” ujarnya.

Memang, kata dia, ada beberapa tanggul yang tergerus arus sungai sehingga air masuk dari celah-celah tanggul Sungai Citarum.

Selama tanggul belum diperbaiki, perumahan warga di Muaragembong atau tepatnya di Desa Pantaibakti, akan terus tergenang luapan Sungai Citarum. “Terlebih lagi, pintu Waduk Saguling yang dibuka, pasti akan berdampak di hilir Sungai Citarum terutama di pembangunan sheet pile Titik 5 dan Titik 6 tersebut,” ujarnya.

Untuk sementara, pemerintah daerah menyiapkan karung berisi pasir serta bambu sebagai penahan luapan air sungai.”Ada sekitar 400-500 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Kami sebagai pemerintah daerah menyediakan kebutuhan sehari-hari warga yang terkena banjir. Bahkan, pihak swasta juga ikut membantu warga kami dengan memberikan sembako, pakaian, makanan siap saji dan sebagainya,” ucapnya.

Menurut Pak Eko bantuan kepada warga yang terdampak banjir sudah melimpah. “Beberapa komunitas dari Bekasi memberikan bantuan kepada masyarakat. Warga tidak khawatir kekurangan makanan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Puskesmas setempat juga menyediakan keperluan obat-obat kepada warga. “Penyakit yang timbul biasanya gatal-gatal. Puskesmas kami bersiaga di lokasi memberikan pelayanan obat,” imbuhnya.

Laporan Bantuan (Sabtu, 15 Oktober 2016)

Post a comment